Aksi saling dorong pada unjuk rasa yang digelar para aktivis mahasiswa yang mengatas namakan diri Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab) ini terjadi saat mahasiswa hendak memasang foto Sondang Hutagalung di sebuah tiang listrik di wilayah itu.
Namun upaya mahasiswa ini dihalangi petugas, karena dikhawatirkan bisa memacet arus lalu lintas di sekitar monumen Arek Lancor. Mahasiswa memaksa, hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong.
Sejumlah mahasiswa yang berupaya menerobos barisan polisi terlihat jatuh, hingga akhirnya para pengunjuk rasa ini memilih mundur.
Juru bicara Kalab dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan Zainal Abidin mengatakan, aksi mahasiswa di area monumen Arek Lancor Pamekasan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas terjadinya mahasiswa bakar diri di Jakarta.
"Aksi yang kami lakukan ini sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa bakar diri di Jakarta. Karena menurut hemat kami, Sondang melakukan aksi bakar diri, sebagai bentuk protes atas keburukan sistem negara ini," kata Zainal Abidin.
Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian Polres Pamekasan, berlangsung sekitar lima menit.
Selanjutnya para pengunjuk kembali menggelar orasi menuntut perbaikan sistem pemerintahan di negeri ini.
Zainal mengatakan, banyaknya kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di negeri ini telah membuat kepercayaan masyarakat hilang bahkan cendrung tidak percaya khususnya pada aparat penegak hukum.
Usai berorasi, para pengunjuk rasa gabungan mahasiswa dengan perwakilan pemuda di Pamekasan ini selanjutnya melakukan aksi jalan mundur.
Menurut Zainal Abidin, aksi jalan mundur yang dilakukan mahasiswa ini sebagai bentuk protes atas kondisi bangsa ini yang menurut mereka mengalami kemunduran dalam banyak hal.
Aksi keprihatinan yang dilakukan mahasiswa Pamekasan atas adanya aksi bakar diri mahasiswa bernama Sondang Hutagalung saat berunjuk rasa di depan Istana Negara beberapa waktu lalu di Pamekasan ini merupakan kali kedua.
Pada Rabu (14/12), sekelompok mahasiswa yang mengatas namakan diri "Kesatuan Aksi Solidaritas Mahasiswa Madura Untuk Indonesia" juga berunjuk rasa menggelar aksi keprihatinan.
Sumber: Antarajatim.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar